SIARAN PERS
DISIARKAN SEGERA
Tekan Angka Pengangguran dan Atasi Isu Anak Tidak Sekolah (ATS), PKBM Harapan Bangsa Gandeng Yapendiklat NTT Buka Lowongan Kerja Massal
KUPANG, 9 Juli 2026 – Dalam upaya nyata menekan angka pengangguran serta merespons isu krusial di dunia pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Bangsa resmi menggandeng Yayasan Pendidikan dan Pelatihan (Yapendiklat) NTT untuk membuka lowongan pekerjaan baru. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi sosial bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Inisiatif besar ini diinisiasi langsung oleh Direktur PKBM Harapan Bangsa, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yapendiklat NTT. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi mendalam, program ini dilatarbelakangi oleh tingginya data angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi NTT selama dua tahun terakhir yang berdampak linear terhadap produktivitas dan angka pengangguran usia muda.
Direktur PKBM Harapan Bangsa sekaligus Ketua Dewan Pembina Yapendiklat NTT menegaskan bahwa kemitraan ini hadir sebagai jembatan pembuka peluang bagi generasi muda NTT agar memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi.
“Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam dua tahun terakhir di NTT adalah alarm keras bagi kita semua. Dampak jangka panjangnya jelas berujung pada meningkatnya angka pengangguran. Oleh karena itu, PKBM Harapan Bangsa dan Yapendiklat NTT tidak hanya berfokus pada pendidikan kesetaraan nonformal, tetapi juga langsung mengambil tindakan konkret dengan membuka lapangan kerja dan pelatihan vokasi agar mereka yang kehilangan kesempatan sekolah tetap bisa produktif dan mandiri,” ujarnya.
Kolaborasi ini akan membuka berbagai posisi strategis yang difokuskan pada sektor pendidikan, administrasi, serta instruktur pelatihan keterampilan/vokasi. Melalui pembukaan lowongan kerja ini, kedua lembaga berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan pendampingan intensif agar para pekerja siap menghadapi tantangan industri modern.
Informasi Pendaftaran & Lowongan Kerja:
Bagi masyarakat NTT yang ingin berkontribusi dan bergabung dalam gerakan perubahan ini, informasi detail mengenai formasi lowongan, kualifikasi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui:
-
Sekretariat Bersama: Kantor PKBM Harapan Bangsa / Yapendiklat NTT, Kupang.
-
Waktu Pendaftaran : 09 S/d 18 Juli 2026
-
Kontak Informasi : 0380-8554925 / 0822 4744 4273
- Setiap Kelurahan dipersilahkan mendata dan Merekrut ATS, dan Membantu Merekrut Tenaga Pengajar. ajukan Lamaran : https://pkbmharapanbangsa.com/lowongankerjagel-6-2026/
Dengan adanya sinergi antara pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, dan penyediaan lapangan kerja, PKBM Harapan Bangsa dan Yapendiklat NTT optimistis angka pengangguran di NTT dapat ditekan secara bertahap demi masa depan NTT yang lebih cerah dan berdaya saing.
— SELESAI —
Kontak Media:
Humas PKBM Harapan Bangsa & Yapendiklat NTT
Telepon/WhatsApp: 0380-8554925 / 0821 3714 828 (Yapendiklat)- 081529174454 (PKBM)-08213712879 (Koperasi)
Email :[email protected] – [email protected]
Website/Media Sosial: https://pkbmharapanbangsa.com/lowongankerjagel-6-2026/
Pendaftaran dilakukan secara ONLINE. Segera siapkan berkas lamaran terbaik Anda dan kirimkan melalui tautan resmi: https://pkbmharapanbangsa.com/lowongankerjagel-6-2026/
, atau kontak Panitia akan tampil pada saat, anda Mengsubmeet Pengajuan Lamaran. harap di screenshot dan kontak informasi selengkapnya.
Tautan Registasi SPMB: https://pkbmharapanbangsa.com/formspmbdikdasmen…/
Kursus dan Pelatihan. Tautan Registasi SPMB: https://pkbmharapanbangsa.com/formulir-online/
Bermain (KB) Harapan Bangsa. Tautan Registasi SPMB: https://forms.zohopublic.com/…/opDGf05koQpc_kM0oEiip…
Lama Simpanan ( Investasi) https://pkbmharapanbangsa.com/ksp_generasi_anak-bangsa/



Kebijakan pemerintah tentang pendidikan kesetaraan secara normatif bertujuan mulia, yaitu memberikan kesempatan belajar bagi warga yang terpinggirkan dari jalur pendidikan formal. Namun dalam praktiknya, pendidikan kesetaraan masih belum diperlakukan setara baik dari sisi pendanaan, pengakuan mutu, maupun perhatian kebijakan.